Yakin Anda Terbebas Dari Gangguan Jiwa?

Skizofrenia, gangguan mental atau masyarakat umum sering mengenal dengan penyakit gangguan jiwa. Semua orang seolah berfikir tidak akan menderitanya. Tapi itu juga yang dulu dirasakan orang yang sedang menderita penyakit ini. Mereka tidak pernah berfikir akan jatuh dalam gangguan jiwa. Lalu apa yang membuat mereka jatuh?
Salah satu dari sekian alasan ialah adanya rasa kurang percaya diri. Dalam dunia keperawatan hal ini biasa disebut dengan Harga Diri Rendah (HDR). Seseorang yang mengalami HDR sudah bisa dinyatakan gangguan mental saat merasa dirinya sudah tidak berguna atau tidak berharga. Dari sinilah langkah awal seseorang akan memasuki dimensi penyakit gangguan jiwa. Mereka yang tidak bisa menerima akan berusaha menutupi segala kekurangan dengan berbagai macam cara.
Cara yang kurang adaptif yang membuat mereka jatuh lebih jauh di gangguan jiwa ialah dengan cara menarik diri dari pergaulan atau biasa disebut dengan isolasi sosial. Hal ini mereka lakukan agar kekurangan yang mereka miliki tidak banyak diketahui orang. Namun hal ini malah menjerumuskan seseorang dalam tingkatan selanjutnya dari gangguan jiwa.
Seseorang yang suka menyendiri akan lebih dominan untuk mengkhayal atau “berdiskusi” dengan dirinya sendiri. Awalnya mereka masih bisa membedakan mana angan-angan, dan mana kenyataan. Namun seiring berjalannya waktu mereka tidak bisa membedakan, sehingga bisa jatuh pada halusinasi. Dan saat seperti inilah, masyarakat umum baru bisa mengenali bahwa mereka sudah mengalami gangguan jiwa.
Padahal jika diperhatikan, mereka sudah memasuki tiga tahap gangguan jiwa. Jika kita bisa mengenali dari awal, melakukan terapi dan terus berkonsultasi, maka hal ini akan lebih menghindarkan seseorang jatuh dalam gangguan jiwa.
Jadi kenali diri anda. Jika anda merasa tidak berharga. Jika anda suka menyendiri. Dan jika anda suka berbicara dengan diri sendiri atau mengkhayal yang indah-indah. Maka hanya ada dua jalan. Anda ubah dan anda InsyaAllah akan terjaga, atau anda teruskan dan bisa jadi masuk dalam gangguan jiwa.
Jika anda merasa ada yang kurang dalam diri anda, maka ada dua langkah yang adaptif. Langkah pertama ialah perbaiki sebisa mungkin sesuai kodrat. Dan yang kedua terimalah kekuarangan ini dalam upaya mendekatkan diri bahwa semua adalah pemberian Allah.
Dan jika kita melihat ada orang yang menjauhi lingkungan pertemanan atau suka mengurung diri di kamar. Mari coba kita dekati apa alasannya menjauh dari pergaulan yang baik. Jika alasan mereka kurang diterima dan berubah-ubah dengan tatapan mata dan emosi yang “tidak sesuai”, maka segera lakukan pendekatan agar dia tidak selalu sendiri. Karena sendiri ialah kata yang bisa membuat stimulus internal mendominasi dan akan jatuh pada halusinasi.

Atim Mulyanto, S.Kep.,Ns

 

Tags: , , , , ,

 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *