Perilaku Orang tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak

TUMBUH kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Berarti bahwa tumbuh kembang sudah terjadi sejak didalam kandungan dan setelah kelahiran.
Dalam proses tumbuh kembang menjadi manusia, anak mulai dibentuk kepribadiannya oleh keluarganya. Pembentukan kepribadian anak diperoleh melalui proses sosialisasi di dalam keluarga yang berlangsung dalam bentuk interaksi antara anggota keluarga. Pemberian perlakuan oleh orangtua kepada anaknya menekankan pada bagaimana mengasuh anak dengan baik. Pada umumnya perlakuan orang tua didalam mengasuh anak-anaknya diwujudkan dalam bentuk merawat, mengajar, membimbing dan kadang-kadang bermain dengan anaknya.
Pertumbuhan dan perkembangan pada anak merupakan aspek terpenting dari kehidupan seseorang, karena menentukan dasar untuk kehidupan selanjutnya. Orangtua adalah kunci utama keberhasilan anak. Orang tua yang pertama kali dipahami anak sebagai orang yang memiliki kemampuan luar biasa diluar dirinya dan dari orangtua jualah anak pertama kali mengenal dunia, anak mengembangkan seluruh aspek pribadinya. Sehingga konsep orang tua bukan hanya orang tua yang melahirkan anak, melainkan orang tua yang mengasuh dan memberikan kasih sayang kepada anak.

Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:

Kebutuhan fisik-biomedis (”ASUH”), meliputi :

  1. Pangan/gizi
  2. Perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI
  3. Penimbangan yang teratur, pengobatan
  4. Pemukiman yang layak
  5. Kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan
  6. Pakaian
  7. Rekreasi, kesegaran jasmani

Kebutuhan emosi/kasih sayang (”ASIH”), meliputi :
Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik, mental, atau psiko sosial. Ikatan emosi dan kasih sayang yang erat antara ibu/orang tua dengan anak sangatlah penting karena berguna untuk menentukan perilaku anak di kemudian hari, merangsang perkembangan otak anak, dan merangsang perhatian anak terhadap dunia luar.

Kebutuhan akan stimulasi mental (”ASAH”), meliputi :
Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi. Stimulasi juga dapat berfungsi sebagai penguat yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Berbagai macam stimulasi seperti stimulasi visual (penglihatan), verbal (bicara), auditif (pendengaran), taktil (sentuhan) dll dapat mengoptimalkan perkembangan anak.

Terpenuhinya kebutuhan dasar anak yaitu ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Sehingganya orang tua diharapkan hendaknya mengetahui bagaimana pola asuh yang akan diterapkan kepada anaknya selama masa pertumbuhan dan perkembangan.
Demikian pembahasan kali ini, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi orang tua karena apa yang anda lakukan akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak dimasa yang akan datang.

 

Tags: , , , , , , ,

 

More Posts in Artikel

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *