Dorong RSND Temukan Obat-Obatan Sendiri

DALAM rangka memenuhi ketentuan UU No. 20/2013 tentang Pendidikan Kedokteran, dimana setiap universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran harus dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan untuk memfasilitasi praktik kedokteran mahasiswanya. Kamis (28/1) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir meresmikan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) milik Universitas Diponegoro (Undip) yang berlokasi di dalam kompleks Undip Tembalang.

Dalam laporannya, Direktur Utama RSND Susilo Wibowo mengungkapkan bahwa RSND memiliki fasilitas Intensive Care Unit (ICU) dengan 15 alat bantu pernafasan, terbanyak di Indonesia.

Menteri Nasir mengatakan dalam sambutannya bahwa saat ini sudah ada 14 rumah sakit pendidikan di Indonesia, namun belum semuanya beroperasi. Hanya 4 dari 14 rumah sakit pendidikan tersebut yang sudah beroperasi, yaitu rumah sakit pendidikan milik: Undip, Universitar Sumatera Utara (USU), Universitar Hasanudin (Unhas), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Rektor Undip Yos Johan Utama optimis RSND dapat melayani masyarakat sekitar Semarang dan Jawa Tengah, serta dapat menjadi rumah sakit unggul di bidang riset, penelitian, dan pengembangan dunia kedokteran. Rektor Yos optimis karena RSND didukung oleh banyak dokter spesialis senior dan para guru besar Undip, RSND turut didukung oleh Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang.

Sebagai rumah sakit pendidikan, Menteri Nasir berharap RSND dapat menemukan obat-obatan sendiri melalui riset dan penelitian. Dengan menemukan obat-obatan sendiri maka dapat menekan biaya, tidak selalu impor.

“Kalau bisa menemukan obat sendiri dan dipatenkan bisa menekan biaya,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti juga berharap dengan diresmikannya RSND ini dapat mendorong pergerakan Undip untuk memasuki kelas dunia. Bagaimanapun pasiennya, apapun kasusnya, harus diobati dan layani walaupun merugi, itulah yang disebut rumah sakit sosial. Semoga Undip semakin maju dan semakin baik layanannya. (flh/bkkpristekdikti)

Sumber: http://ristekdikti.go.id/dorong-rsnd-temukan-obat-obatan-sendiri/

 
 

Share this Post



 
 
 
 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *